Dari informasi yang berkembang di tengah masyarakat, terduga pelaku disebut merupakan tetangga kebun korban.
Kecurigaan warga menguat setelah ada saksi yang melihat terduga pelaku membawa golok berlumuran darah tidak lama setelah kejadian.
Setahu saya namanya berinisial AM. Namun yang bersangkutan ini penduduk musiman dan bukan warga tetap di pekon kami, sehingga untuk identitas lengkapnya kami belum mengetahui secara pasti,” ujar Peratin Jagaraga saat dikonfirmasi.
Peratin Jagaraga Nofianto menyampaikan bahwa informasi mengenai identitas terduga pelaku masih bersifat sementara. Ia menyebut, pelaku diketahui bukan warga asli pekon dan hanya penduduk musiman. Atas nama pemerintah pekon dan masyarakat Jagaraga, ia berharap aparat penegak hukum dapat dengan segera mengungkap kasus tersebut.
“Kami berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini secara terang dan jelas. Proses hukumnya kami serahkan sepenuhnya dan kami berharap dapat berjalan seadil-adilnya sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
“Setahu saya namanya berinisial AM. Namun yang bersangkutan ini penduduk musiman dan bukan warga tetap di pekon kami, sehingga untuk identitas lengkapnya kami belum mengetahui secara pasti,” ujar Peratin Jagaraga saat dikonfirmasi.
Ia juga membenarkan adanya informasi dari warga yang melihat terduga pelaku membawa senjata tajam sesaat setelah peristiwa terjadi.
“Ya, ada warga melihat terduga pelaku membawa golok yang berlumuran darah. Informasi itu yang kemudian memperkuat kecurigaan masyarakat. Namun kami tetap menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk membuktikan secara hukum,” tegasnya.
Atas nama pemerintah pekon dan masyarakat Jagaraga, ia berharap aparat penegak hukum dapat dengan segera mengungkap kasus tersebut.
“Kami berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini secara terang dan jelas. Proses hukumnya kami serahkan sepenuhnya dan kami berharap dapat berjalan seadil-adilnya sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

