Usai Soroti Keterbatasan Lahan, Masyarakat Lombok Seminung Sebut Tanah Hibah SMAN 1 Sebenarnya Seluas 2 Hektare

 

Lampung Barat

Ungkap Fakta News

– Pemberitaan mengenai keterbatasan lahan yang dihadapi SMAN 1 Lumbok Seminung mendapat respons dari sejumlah tokoh masyarakat yang ikut memperjuangkan berdirinya sekolah tersebut sejak awal. Mereka menegaskan bahwa lahan yang dihibahkan untuk pembangunan sekolah bukan seluas satu hektare, melainkan dua hektare. Rabu (1/7/2026).

Salah seorang tokoh masyarakat Lumbok Seminung, Sapri, mengatakan dirinya mengetahui secara langsung proses pengadaan lahan hingga hibah tanah untuk pembangunan sekolah negeri di wilayah tersebut.

"Kalau disebut lahannya hanya satu hektare, menurut kami itu tidak benar. Setahu kami, tanah yang dihibahkan untuk pembangunan sekolah luasnya dua hektare atau sekitar 20.000 meter persegi," kata Sapri saat ditemui.

Ia menceritakan, kisah tersebut bermula pada tahun 2014 ketika muncul rencana pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Lampung Barat. Saat itu, pemerintah disebut memberikan syarat bahwa daerah yang menyediakan lahan hibah berpeluang menjadi lokasi pembangunan sekolah.

Menurut Sapri, masyarakat Lumbok Seminung kemudian menggelar musyawarah bersama para Peratin, Camat, dan tokoh masyarakat. Dalam pertemuan itu, almarhum Rusman, yang saat itu dikenal sebagai tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD dari wilayah Lumbok Seminung, bersedia melepas tanah miliknya seluas sekitar 2,4 hektare dengan nilai Rp150 juta.

Dana pembelian tanah tersebut, lanjut Sapri, dihimpun melalui kebersamaan masyarakat dan berbagai pihak. Setelah proses pembelian selesai, sebagian lahan seluas sekitar dua hektare kemudian dihibahkan oleh H. Nusirwan untuk kepentingan pembangunan sekolah.

"Awalnya tanah itu memang dipersiapkan untuk pembangunan SMK. Namun dalam perjalanannya, rencana tersebut tidak jadi dilaksanakan di Lumbok Seminung dan kabarnya dipindahkan ke Kecamatan Ngambur," ujarnya.

Dua tahun kemudian, kata Sapri, masyarakat kembali memperoleh informasi bahwa Pemerintah akan membangun Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Lampung Barat. Kesempatan itu kembali diperjuangkan agar pembangunan dilakukan di Kecamatan Lumbok Seminung karena lahan hibah telah tersedia.

"Alhamdulillah, perjuangan masyarakat akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2016 dibangunlah sekolah yang sekarang menjadi SMAN 1 Lumbok Seminung. Jadi kami ingin meluruskan bahwa tanah hibah yang kami perjuangkan luasnya dua hektare, bukan satu hektare," tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian di tengah sorotan terhadap keterbatasan fasilitas SMAN 1 Lumbok Seminung yang sebelumnya disampaikan pihak sekolah. Masyarakat berharap adanya kejelasan mengenai status dan luasan aset tanah sekolah agar tidak menimbulkan perbedaan informasi di kemudian hari.

Selain itu, warga juga berharap seluruh lahan yang sejak awal diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan fasilitas sekolah, sehingga mampu menunjang prestasi peserta didik sekaligus meningkatkan minat masyarakat menyekolahkan anak-anak mereka di SMAN 1 Lumbok Seminung.

  • Related Posts

    Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau Kebun Induk Hanakau

      Lampung Barat Ungkap Fakta News -Wakil Bupati (Wabup) Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) meninjau Kebun Induk Hanakau milik UPTD Balai Benih dan…

    Keluarga Besar MAN 1 Lampung Barat Menyambut Kehadiran Kepala Madrasah yang Baru

    Lampung Barat Ungkap Fakta News Rabu, 8 Juli 2026, keluarga besar MAN 1 Lampung Barat menyambut kehadiran Kepala Madrasah yang baru, **Dr. Hendri Setiabudi Sukma, S.S., M.Pd.I**, dalam agenda kunjungan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *