Kotoway Desa Tertua, Melahirkan Terbentuknya Kecamatan Buay Pemaca Dibalik Cerita Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Terlupakan

 

Oku Selatan

Ungkap Fakta News

--Gemerlap lampu jalan terpancar dengan keindahan, disepanjang jalan desa. Menambah, magnet sebagai desa yang mempunyai historis berdirinya kecamatan Buay Pemaca.

Kotoway yang bermakna Pagar Air, dialiri dari Sembilan anak sungai kecil, bermuara ke sungai Teleme, mengelilingi desa yang berada di lembah perbukitan.

Serta banyak, menyimpan kisah dimasa penyebaran agama Islam, hingga kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan penuturan sejarah, desa ini pada waktu itu. Didiami, oleh perantau berasal dari suku Komering, dan datang lah puyang berasal dari suku Semende bernama Limbar, bersama istrinya Naradien, bertemu lah disuatu tempat yaitu Curub Teleme, pada tahun 1730 silam.

Puyang Semende, kala itu meminta pamit dan izin kepada puyang Komering untuk menetap, dan berusaha sembari menyebarkan agama Islam untuk wilayah Buay Pemaca.

Hingga pada akhirnya, puyang Semende menetap dipinggir Air Teleme yang diberi nama sebagai Karang Endah, artinya Batu Krikil berkilau.

Dengan berjalannya waktu mengikuti perkembangan zaman, pada tahun 1919 dusun Kotoway resmi menjadi desa, dengan kepala pemerintahan Keria H. M. Zohir bin H Syamsudin.

Dan H zohir memimpin desa Kotaway selama 3 priode. Kemudian, dilanjutkan Keria Buyung, Kerio Durasak, Kerio Jasim, Kerio Jemalib dan Kerio Nawawi mangku Sutan sampai tahun 1984.

Untuk pertama kalinya, pada tahun 1984 berlangsung lah pemilihan kepala desa pertama kali se-Indonesia dan desa Kotoway, mencalonkan 3 orang calon kepala desa yakni, 1. Nawawi mangku Sultan, 2. Siswanto, 3. Ihsan.

Siswanto, berhasil mengungguli perolehan suara dari calon lainya, dan menjadi kepala desa terpilih pertama kalinya.

Sehabis kepemimpinanya, dilanjutkan oleh kepala desa Harno, kemudian diteruskan oleh Widodo Basuki, H.Natisman, Muklis Arifin.

Dan sekarang, Ferry Armansyah sebagai putra daerah asli desa kotaway, keturunan dari Puyang limbar, dan H M zohir.

Desa Tertua

Wilayah yang terbentang luas hingga terpecah menjadi 22 desa, mengisi kecamatan Buay pemaca. Sebelumnya, merupakan Satu kesatuan dari Satu desa yaitu desa Kotoway.

Berawal dari pemisahan, terbentuklah desa Sri menanti, berlanjut desa Talang Padang, desa Tanjung Durian yang sebelumnya, dikenal dengan sebutan desa Curub.

Seterusnya, desa Serakat Jaya, desa Sipin dahulu dikenal sebagai desa Serumpun, sebelum terpisah menjadi beberapa desa.

Juga terlahirlah, desa Karet Jaya sebagai persyaratan berdirinya Satu kecamatan, minimal tergabung 7 desa, sebagai kecamatan Buay Pemaca.

Hingga kini, menjadi kecamatan terluas di isi dari 22 Desa, sebagai pusat pemerintahan desa di Kabupaten OKU Selatan.

Bukti Sejarah Desa Perjuangan

Adanya, sebuah Rumah kayu hingga kini masih berdiri, tinggi besar dan kokoh berada ditengah permungkiman warga, sebagai saksi sejarah persinggahan pejuang kemerdekaan.

Yaitu, Jendral Ryakudu, orang Tua dari Rya mizar Ryakudu Jenderal dan salah Satu pejabat di Negeri ini.

Kala itu, ketika perjuanganya dalam mengusir penjajah pada tahun 1942-1948, bersinggah di Rumah kayu mendapatkan penyerangan, dari Belanda dengan menghujani peluru secara membabi buta.

Namun, sang pejuang tidak ada lagi ditempat persinggahanya, karena telah terlebih dahulu mengetahui, tentang kedatangan penjajah yang akan menyerangnya.

Sejarah Terlupakan

Namun, keberadaan saksi sejarah ini seakan dibiarkan terbengkalai, tak terurus sebagai saksi bisu perjuangan di negeri ini. Tampa sentuhan tangan dan perhatian Pemerintah dalam melestarikan sejara perjuangan.

Selain dari Rumah kayu, sebagai saksi sejarah perjuangan. Juga ada jalan perjuangan, dari depan Puskesmas lurus menuju Desa Kotoway berjarak kurang lebih 800 meter, menjadi cerita usang tak bertuan.(Jakpar).

  • Related Posts

    Dugaan Anggaran Dana Bos Yang dikorupsi SMAN 1 Ranau Selatan Tahun 2023-2025. Berjumlah Milyaran 

    Oku Selatan Ungkap Fakta News -Dugaan Dana Anggaran dana Bos untuk Pemeliharaan dan perawatan Saran Prasaran SMAN 1 Ranau Selatan di korupsi bertahun tahun lamanya oleh pihak sekolah. Sehingga kondisi…

    KWIP DPD Sumsel Laporkan Oknum Pihak Sekolah SMAN 1 Ranau Selatan Sesuai Dengan Berbasis Fakta Di Lapangan 

      Oku Selatan Ungkap Fakta News – Komite Wartawan Indonesia Perjuangan (KWIP) DPD Provinsi Sumatera Selatan, Resmi akan melaporkan Oknum Pihak Sekolah SMAN 1 Ranau Selatan, ke pihak Tipikor Polda…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *