Ungkap Fakta News
Agus Subiyanto, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), secara tegas menolak rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang meminta penarikan pasukan dari wilayah Papua. Ia berpendapat bahwa kehadiran pasukan TNI di sana sangat diperlukan guna melindungi masyarakat setempat dari ancaman kelompok bersenjata. Menurutnya, menarik pasukan justru akan memperlemah perlindungan terhadap warga yang merasa terancam.
Agus Subiyanto menyampaikan bahwa strategi TNI di Papua adalah menggunakan pendekatan yang tepat, yakni “smart approach”, di mana tindakan militer dan teritorial dijalankan secara proporsional sesuai kondisi di lapangan. Ia menegaskan bahwa kendati upaya dialog penting, unsur keamanan tetap harus hadir karena dinamika sosial-politik dan konflik bersenjata di Papua dianggap masih memerlukan intervensi militer.
Penolakan ini mencerminkan ketegangan antara pendekatan keamanan militer yang diusung TNI dan rekomendasi hak asasi manusia yang menekankan penurunan kehadiran militer demi perlindungan sipil. Opsi penarikan pasukan dianggap oleh TNI sebagai risiko bagi stabilitas keamanan dan keselamatan warga. Langkah ke depan akan tetap fokus pada menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memberdayakan masyarakat lokal sambil mempertahankan kehadiran militer sebagai elemen deterensi dan perlindungan.
Sumber: Netral News

