Lampung
Ungkap Fakta News
-Pelarian Bahroni alias Roni (23), eksekutor penembakan anggota Ditintelkam Polda Lampung, berakhir di Teluk Hantu, Pesawaran. Dalam operasi penangkapan yang digelar Jumat (15/5) dini hari, pelaku tewas setelah terlibat baku tembak sengit dengan petugas karena mencoba melawan saat akan diamankan.

Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, mengonfirmasi bahwa kasus ini merupakan pengembangan dari peristiwa pencurian motor berdarah di Bandar Lampung pada 9 Mei lalu. Selain Bahroni, polisi juga mengamankan Hamli (27) yang berperan memantau situasi dan membantu pelarian. Hamli terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki karena melakukan perlawanan.
Kronologi kejadian mengungkap bahwa Bahroni sempat merebut senjata api milik Bripka Anumerta Arya Supena saat aksinya dipergoki, lalu menggunakannya untuk menembak korban hingga gugur. Selain menangkap para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor dan senjata api yang sempat dikubur oleh tersangka Hamli di wilayah Sidodadi.
Kini, jenazah pelaku telah dievakuasi ke RS Bhayangkara. Pengungkapan ini menjadi bukti komitmen Polri dalam menindak tegas pelaku kejahatan yang mengancam nyawa petugas maupun masyarakat. Hormat setinggi-tingginya untuk dedikasi Bripka Anumerta Arya Supena yang gugur dalam menjalankan tugas.
(Red)

